Product Manager Itu Sebenarnya Mengerjakan Apa?
Product manager memastikan tim membangun hal yang tepat: memahami masalah, memilih apa yang dikerjakan, dan menyelaraskan keputusan. Ini penjelasannya lewat satu contoh aplikasi.
Kalau kamu belum pernah bekerja bareng Product Manager, namanya memang belum banyak menjelaskan pekerjaannya. "Manager" membuat orang mengira PM adalah atasan tim. "Product" membuat orang mengira PM yang mendesain atau membangun produknya. Dua-duanya biasanya keliru.
Aku bekerja dari rumah sebagai Product Manager di perusahaan teknologi. Di artikel ini aku tidak akan membahas pekerjaan di tempatku secara khusus, karena cakupan peran PM berbeda-beda di tiap organisasi. Yang aku jelaskan adalah inti pekerjaannya, lewat satu contoh aplikasi.
Aplikasi di artikel ini fiktif, dan semua situasinya simulasi.
Product manager itu siapa?
Ringkasnya: product manager bertanggung jawab memastikan tim membangun hal yang tepat.
"Hal yang tepat" di situ artinya sesuatu yang memang dibutuhkan orang, bisa dipakai, bisa dibangun, dan masuk akal untuk bisnis. Untuk sampai ke sana, pekerjaan PM berkisar pada tiga hal:
- Memahami masalah. Siapa yang kesulitan, dalam situasi apa, dan seberapa sering.
- Memilih apa yang dikerjakan. Selalu ada lebih banyak ide daripada waktu untuk membangunnya.
- Menyelaraskan keputusan. Desainer, engineer, dan bagian bisnis perlu memahami kenapa sesuatu dikerjakan, bukan cuma apa yang dikerjakan.
Yang jarang disadari: di banyak organisasi, desainer dan engineer tidak melapor ke PM. Jadi PM tidak bisa sekadar memerintah. Pekerjaannya lebih banyak berjalan lewat penjelasan, pertanyaan, dan kesepakatan.
Satu contoh: aplikasi daftar belanja bersama
Bayangkan sebuah aplikasi daftar belanja yang bisa dipakai bersama oleh satu rumah. Ada keluhan dari pengguna: sering terjadi barang yang sama dibeli dua kali, karena dua orang belanja di tempat berbeda dan tidak tahu barang mana yang sudah dibeli.
Begini kira-kira pekerjaan PM untuk masalah itu.
Memahami masalahnya. Apakah ini sering terjadi, atau cuma dikeluhkan satu dua orang? Terjadi di rumah dengan berapa anggota? Saat belanja di toko, atau saat memesan lewat aplikasi lain? Pertanyaan-pertanyaan ini menentukan apakah masalahnya layak dikerjakan sekarang.
Memilih apa yang dikerjakan. Mungkin ada beberapa ide: penanda "sudah dibeli" yang langsung terlihat di ponsel anggota lain, notifikasi setiap kali ada barang dicentang, atau fitur membagi daftar per orang. PM menimbang mana yang paling mungkin menyelesaikan masalah dengan usaha yang masuk akal. Cara menimbang seperti ini mirip dengan yang aku tulis di kalau semuanya ingin dikerjakan, mulai dari mana.
Menyelaraskan keputusan. Desainer perlu tahu masalah apa yang ingin diselesaikan supaya bisa merancang tampilan yang tepat. Engineer perlu tahu seberapa cepat penanda itu harus muncul di ponsel lain, karena itu memengaruhi cara membangunnya. Bagian bisnis perlu tahu apakah fitur ini menambah biaya.
Perhatikan bahwa di seluruh contoh itu, PM tidak menggambar layar dan tidak menulis kode. Yang dikerjakan PM adalah memastikan semua orang sepakat tentang masalah apa yang sedang diselesaikan dan kenapa.
Risiko apa yang dijaga product manager?
Salah satu cara paling jelas memahami peran PM datang dari Marty Cagan, dari Silicon Valley Product Group. Dalam tulisannya The Four Big Risks (2017), ia membagi risiko produk menjadi empat:
| Risiko | Pertanyaannya | Siapa yang bertanggung jawab |
|---|---|---|
| Value | Apakah pelanggan mau membeli atau pengguna mau memakainya? | Product manager |
| Usability | Apakah pengguna bisa memahami cara memakainya? | Product designer |
| Feasibility | Apakah engineer bisa membangunnya dengan waktu, kemampuan, dan teknologi yang ada? | Engineer utama |
| Business viability | Apakah solusi ini juga masuk akal bagi berbagai aspek bisnis? | Product manager |
Di contoh aplikasi tadi, empat pertanyaan itu bisa berbunyi:
- Value: kalau penanda "sudah dibeli" dibuat, apakah anggota rumah benar-benar akan mencentangnya saat belanja?
- Usability: apakah mencentang barang cukup mudah dilakukan dengan satu tangan sambil mendorong troli?
- Feasibility: bisakah penanda itu muncul di ponsel lain dalam hitungan detik?
- Business viability: apakah biaya menjalankan fitur itu sebanding dengan manfaatnya bagi aplikasi?
Pembagian ini menunjukkan sesuatu yang penting: PM tidak memegang semua risiko. Tapi dua risiko yang dipegangnya, apakah orang mau memakainya dan apakah masuk akal bagi bisnis, adalah dua yang paling sering membuat produk gagal walaupun dibangun dengan rapi.
Apa yang bukan pekerjaan product manager?
Beberapa salah paham yang sering muncul:
| Anggapan | Yang lebih sering terjadi |
|---|---|
| PM adalah atasan tim | Di banyak organisasi, tim tidak melapor ke PM |
| PM yang mendesain tampilan | Desainer yang merancang; PM menjelaskan masalah dan batasannya |
| PM yang menentukan semuanya sendiri | Keputusan diambil bersama; PM memastikan alasannya jelas |
| PM harus bisa coding | Kebutuhannya berbeda di tiap organisasi |
Baris ketiga yang paling penting. PM yang menentukan semuanya sendiri biasanya cepat kehilangan kepercayaan tim. PM yang baik membuat keputusan bisa dipahami: masalahnya apa, pilihannya apa saja, dan kenapa satu pilihan diambil.
Kenapa peran PM terasa beda di tiap tempat?
Karena memang berbeda. Di perusahaan kecil, satu PM bisa memegang seluruh produk dan ikut mengurus hal-hal di luar produk. Di perusahaan besar, satu PM bisa memegang satu bagian kecil dari aplikasi. Ada juga organisasi yang memakai nama lain, atau membagi pekerjaan PM ke beberapa peran.
Jadi kalau kamu membaca dua deskripsi pekerjaan PM yang isinya berbeda jauh, itu wajar. Yang biasanya sama adalah intinya: memahami masalah, memilih, dan menyelaraskan.
Kemampuan PM yang bisa dilatih siapa saja
Kemampuan yang paling sering dipakai PM ternyata tidak eksklusif untuk pekerjaan teknologi. Ini kemampuan yang berguna untuk siapa pun yang ingin bekerja dan mengambil keputusan dengan lebih jelas:
| Kemampuan | Dipakai PM untuk | Bisa dilatih lewat |
|---|---|---|
| Mengurai masalah | Memahami keluhan pengguna sebelum mencari solusi | "Aku kurang produktif" itu masalah yang mana? |
| Memilih prioritas | Menentukan apa yang dibangun lebih dulu | Kalau semuanya ingin dikerjakan, mulai dari mana? |
| Menilai bukti | Membedakan dugaan dari hal yang sudah terbukti | Saran ini terdengar bagus, apa yang perlu dicek? |
| Menyampaikan ide | Menjelaskan alasan keputusan ke tim | Cara menyampaikan ide supaya orang paham |
Kalau kamu tertarik pada peran PM, mulai dari empat kemampuan itu. Kalau kamu tidak berniat jadi PM, keempatnya tetap berguna di pekerjaan apa pun, termasuk kerja dari rumah. Cara memilih satu kemampuan untuk dilatih dan menunjukkan hasilnya ada di peta skill untuk kerja dari rumah.
Ringkasan
Product manager bertanggung jawab memastikan tim membangun hal yang tepat.
- Pekerjaannya berkisar pada tiga hal: memahami masalah, memilih apa yang dikerjakan, dan menyelaraskan keputusan.
- PM memegang dua risiko utama: apakah orang mau memakainya, dan apakah solusinya masuk akal bagi bisnis. Desainer dan engineer memegang risiko lainnya.
- PM biasanya bukan atasan tim, jadi kemampuan menjelaskan alasan sama pentingnya dengan kemampuan memutuskan.
Sumber: Cagan, M. (2017, 4 Desember). The Four Big Risks. Silicon Valley Product Group. svpg.com
Pertanyaan yang sering ditanya
Product manager itu apa?
Product manager adalah orang yang bertanggung jawab memastikan tim membangun hal yang tepat. Pekerjaannya berkisar pada tiga hal: memahami masalah pengguna, memilih apa yang dikerjakan lebih dulu, dan menyelaraskan keputusan dengan orang-orang yang terlibat, seperti desainer, engineer, dan bagian bisnis.
Apakah product manager adalah atasan tim?
Biasanya tidak, walaupun namanya memuat kata manager. Di banyak organisasi, desainer dan engineer tidak melapor ke product manager. Product manager lebih banyak bekerja lewat penjelasan dan kesepakatan daripada lewat perintah, jadi kemampuan menyampaikan alasan dengan jelas sangat penting.
Apa saja risiko yang menjadi tanggung jawab product manager?
Marty Cagan dari Silicon Valley Product Group membagi risiko produk menjadi empat: value, usability, feasibility, dan business viability. Menurutnya, product manager bertanggung jawab atas risiko value (apakah orang mau memakainya) dan business viability (apakah solusinya juga masuk akal bagi bisnis).
Apakah harus punya latar belakang teknis untuk jadi product manager?
Tidak selalu, dan kebutuhannya berbeda di tiap organisasi. Yang lebih umum dibutuhkan adalah kemampuan memahami masalah, memilih prioritas, menilai bukti, dan menyampaikan alasan dengan jelas. Kemampuan itu juga berguna di luar pekerjaan PM.