Berapa Sebenarnya Potongan Jualan Produk Digital? Fee-nya Berlapis
Angka fee yang beredar di blog biasanya lapisan yang salah. Potongan sebenarnya = biaya platform (tergantung jenis produk) + biaya channel (tergantung metode bayar) + pajak. Ini hitungannya.
Potongannya hampir selalu lebih besar dari yang kamu kira, dan penyebabnya bukan platform-nya diam-diam menaikkan tarif. Penyebabnya fee itu berlapis, sementara angka yang beredar di internet biasanya cuma mengutip satu lapisan — sering kali lapisan yang tidak berlaku untuk produkmu.
Aku Galang Aulia. Lima tahun lebih jadi Product Manager, dan menjual produk digital dari rumah lewat Mayar. Artikel ini lahir dari satu hal sederhana: aku membuka halaman harga resminya, membacanya baris per baris, lalu sadar angka yang selama ini aku lihat dikutip di mana-mana bukan angka yang berlaku untuk produk seperti punyaku.
Seluruh angka Mayar di artikel ini aku baca langsung dari halaman harga resmi mereka pada 31 Agustus 2026. Tarif bisa berubah kapan saja — buka sendiri sebelum mengambil keputusan, dan yang berlaku halaman mereka, bukan artikel ini.
Untuk platform lain aku sengaja tidak mencantumkan tabel tarif. Halaman harga Lynk.id tidak bisa aku baca otomatis, dan angka UTAS serta Scalev yang beredar semuanya dari blog pihak ketiga yang tidak bisa aku verifikasi ke sumbernya. Mengutip angka yang tidak aku periksa sendiri di artikel soal biaya justru merusak gunanya. Cara mengeceknya sendiri ada di bagian terakhir.
Kenapa angka fee yang kamu baca biasanya salah?
Karena hampir semua tulisan menyebut satu angka, padahal yang bekerja ada tiga lapis:
Lapis 1 — biaya platform. Potongan dari penyedia tempat kamu jualan. Besarnya bisa berbeda menurut jenis produk dan paket langgananmu.
Lapis 2 — biaya channel. Potongan dari saluran pembayaran yang dipakai pembeli. QRIS, e-wallet, transfer bank, dan kartu kredit tarifnya berbeda-beda.
Lapis 3 — pajak. Biaya channel umumnya dinyatakan belum termasuk pajak.
Yang bikin salah kaprah: blog biasanya mengutip angka terkecil dari lapis pertama, lalu berhenti di situ. Padahal angka terkecil itu sering berlaku untuk jenis transaksi yang sama sekali bukan produkmu.
Lapis 1: kenapa jenis produk menentukan tarif platform?
Ini temuan yang paling mengubah hitungan, dan hampir tidak pernah disebut.
Di Mayar, biaya platform dibedakan berdasarkan jenis produk yang kamu daftarkan. Ini tabel dari halaman harga mereka:
| Jenis produk | Starter | Business | Enterprise |
|---|---|---|---|
| Link Pembayaran, Invoicing, PayMe, Pay Request | 1,5% | 1% | 0% |
| Produk Fisik, Webinar, Event, Coaching, Bootcamp | 3% | 2% | 0% |
| Bundling, Paket Travel, Booking Hotel/Villa | 3% | 2% | 0% |
| Digital, E-Book, Podcast, Audiobook, Software | 4% | 3% | 0% |
| Galang Dana, Kelas Online, Membership, SaaS | 4% | 3% | 0% |
Lihat baris pertama dan baris keempat. Selisihnya 2,5 poin persen — dan angka 1,5% itulah yang paling sering dikutip sebagai "fee Mayar".
Kalau kamu menjual ebook, template, atau software, tarif yang berlaku untukmu ada di baris keempat: 4% di paket Starter.
Buka pengaturan produkmu dan cek terdaftar sebagai jenis apa. Satu produk yang sama bisa didaftarkan sebagai "Link Pembayaran" atau sebagai "Digital/E-Book", dan bedanya 2,5 poin persen di tiap transaksi. Ini pengecekan lima menit yang berpengaruh ke tiap penjualan setelahnya.
Paket langganannya sendiri: Starter Rp0 per bulan, Business Rp349.000 per bulan, Enterprise lewat penawaran. Pencairan bisa kapan saja setelah saldo settle, tanpa minimum penarikan.
Lapis 2: kenapa metode bayar pembeli menentukan potonganmu?
Lapisan kedua ini di luar kendalimu, karena yang memilih adalah pembeli.
Tarif channel di Mayar per 31 Agustus 2026:
| Metode pembayaran | Tarif |
|---|---|
| QRIS | 0,7% |
| E-Wallet | 1,5% |
| GoPay & Jenius | 2% |
| PayLater (Akulaku) | 1,7% |
| Kartu Kredit | 2,60% + Rp2.000 |
| Transfer Bank (VA) | Rp4.000 flat |
| Mini Market | Rp5.000 – 7.500 |
(Tarif channel belum termasuk pajak.)
Terjemahkan ke produk Rp129.000, dan perbedaannya jadi kelihatan:
| Metode | Potongan channel | Setara |
|---|---|---|
| QRIS | Rp903 | 0,7% |
| E-Wallet | Rp1.935 | 1,5% |
| GoPay/Jenius | Rp2.580 | 2% |
| Transfer VA | Rp4.000 | 3,1% |
| Kartu Kredit | Rp5.354 | 4,2% |
| Mini Market | Rp5.000–7.500 | 3,9–5,8% |
QRIS hampir enam kali lebih murah daripada kartu kredit untuk nilai transaksi ini.
Kenapa produk murah paling babak belur kena fee flat?
Ini konsekuensi yang jarang dihitung orang, dan pengaruhnya besar kalau kamu punya paket termurah.
Biaya persentase naik seiring harga. Biaya flat tidak — dan itu artinya bebannya makin berat justru saat produkmu makin murah.
Transfer VA Rp4.000, tiga tingkat harga:
| Harga produk | Fee VA | Setara |
|---|---|---|
| Rp229.000 | Rp4.000 | 1,7% |
| Rp129.000 | Rp4.000 | 3,1% |
| Rp49.000 | Rp4.000 | 8,2% |
Dan itu baru lapis kedua. Tambahkan biaya platform 4% untuk produk digital, maka produk Rp49.000 yang dibayar lewat transfer bank kena potongan total sekitar Rp5.960 — lebih dari 12% sebelum pajak.
Produk yang sama dibayar lewat QRIS: Rp1.960 platform + Rp343 channel = Rp2.303, sekitar 4,7%.
Metode pembayaran yang dipilih pembeli mengubah marginmu dua kali lipat lebih di produk murah. Kalau kamu sedang menyusun tingkatan harga, ini pertimbangan yang layak masuk hitungan — kerangkanya ada di cara menentukan harga produk digital.
Semua bahan jualannya sudah dirapikan di Cuan Kit
Jadi berapa yang benar-benar sampai ke kamu?
Hitungan lengkap untuk produk Rp129.000 di paket Starter, terdaftar sebagai produk Digital, dibayar lewat QRIS:
| Komponen | Jumlah |
|---|---|
| Harga produk | Rp129.000 |
| Biaya platform (4%) | − Rp5.160 |
| Biaya channel QRIS (0,7%) | − Rp903 |
| Total potongan | − Rp6.063 (4,7%) |
| Diterima sebelum pajak channel | Rp122.937 |
Bandingkan dengan apa yang orang kira berlaku kalau mereka memakai angka 1,5%:
| Potongan | Diterima | |
|---|---|---|
| Perkiraan pakai angka 1,5% | Rp2.838 | Rp126.162 |
| Kenyataan produk digital | Rp6.063 | Rp122.937 |
| Selisih per transaksi | Rp3.225 |
Di 100 penjualan, selisih itu Rp322.500. Bukan angka yang bikin bangkrut, tapi cukup untuk mengubah perhitungan kalau kamu sedang menghitung margin atau menentukan anggaran iklan.
Perlu dicatat: angka ini hasil hitungan dari tarif yang dipublikasikan, bukan dari catatan transaksiku sendiri. Untuk angka yang benar-benar terjadi di akunmu, buka rincian satu transaksi yang sudah settle di dashboard — di situ tiap komponennya tertulis apa adanya.
Fee-nya ditanggung sendiri atau dibebankan ke pembeli?
Mayar menyediakan opsi membebankan biaya transaksi ke pembeli sebagai biaya platform atau biaya admin. Jadi ini keputusanmu, bukan keharusan.
Dua-duanya punya konsekuensi:
Ditanggung sendiri — harga yang dilihat pembeli bersih, tidak ada kejutan di layar pembayaran. Marginmu berkurang sesuai hitungan di atas.
Dibebankan ke pembeli — marginmu utuh, tapi muncul baris tambahan tepat di detik terakhir sebelum bayar. Untuk produk murah, biaya Rp4.000 yang mendadak muncul di atas harga Rp49.000 terasa besar, dan titik itu adalah titik paling rapuh di seluruh alur pembelian.
Pertimbangannya bukan cuma soal angka. Di pasar yang keberatan utamanya kecurigaan — seperti yang aku bahas di jualan produk digital itu penipuan bukan — biaya tak terduga di layar akhir bisa membatalkan kepercayaan yang sudah kamu bangun sepanjang halaman.
Jalan tengah yang banyak dipakai: tanggung sendiri, tapi masukkan biayanya ke dalam harga sejak awal. Pembeli melihat satu angka, kamu tetap untung sesuai rencana.
Kapan naik ke paket berbayar jadi masuk akal?
Ini bisa dihitung persis, dan jawabannya mungkin mengejutkan.
Paket Business Rp349.000 per bulan menurunkan tarif produk digital dari 4% ke 3% — hemat 1 poin persen per transaksi.
Supaya penghematan itu menutup biaya langganannya:
Rp349.000 ÷ 1% = Rp34.900.000 omzet produk digital per bulan.
Di harga Rp129.000 per produk, itu sekitar 271 transaksi per bulan, atau sekitar 9 penjualan per hari, setiap hari.
| Omzet digital / bulan | Starter (4%) | Business (3% + Rp349rb) | Lebih murah |
|---|---|---|---|
| Rp5 juta | Rp200.000 | Rp499.000 | Starter |
| Rp15 juta | Rp600.000 | Rp799.000 | Starter |
| Rp34,9 juta | Rp1.396.000 | Rp1.396.000 | impas |
| Rp60 juta | Rp2.400.000 | Rp2.149.000 | Business |
Selama omzetmu di bawah sekitar Rp35 juta sebulan, paket gratis lebih murah — dan naik paket lebih awal justru menambah biaya, bukan mengurangi. Kalau penjualanmu masih sepi dan kamu sedang mencari sebabnya, itu masalah berbeda yang aku bahas di produk digital belum laku.
Apa yang harus kamu cek sendiri sebelum menyimpulkan?
Aku cuma bisa memverifikasi satu platform ke sumber resminya. Jadi daripada mengutip angka yang tidak aku periksa, ini cara mengeceknya sendiri — berlaku untuk platform mana pun:
1. Buka halaman harga resminya, bukan blog. Termasuk blog ini. Tarif berubah, dan tulisan tidak ikut berubah.
2. Cari tabel per jenis produk. Kalau platform cuma menampilkan satu angka besar di depan, cari halaman rincian atau dokumentasinya. Satu tarif untuk semua jenis produk itu jarang.
3. Catat biaya channel terpisah. Tanyakan atau cari: QRIS berapa, VA berapa, kartu kredit berapa. Ini lapisan yang paling sering hilang dari perbandingan.
4. Cek apakah tarifnya sudah termasuk pajak. Kalau tertulis "belum termasuk pajak", tambahkan sendiri.
5. Cek biaya dan syarat pencairan. Ada minimum penarikan? Ada biaya per pencairan? Berapa lama dana settle?
6. Hitung dengan harga produkmu sendiri, bukan Rp100.000. Angka bulat menyembunyikan efek biaya flat yang justru paling menentukan di produk murah.
7. Baru bandingkan. Perbandingan yang jujur menghitung total potongan pada satu harga produk yang sama, dengan satu metode pembayaran yang sama.
Kalau kamu masih di tahap memilih platform dan bukan menghitung ulang yang sudah dipakai, pertimbangan selain biaya — fitur, kemudahan, pengiriman file otomatis — ada di jualan produk digital di mana dan cara jualan otomatis 24 jam.
Kesimpulan
Fee jualan produk digital itu berlapis: biaya platform yang bergantung jenis produk, biaya channel yang bergantung metode bayar pembeli, lalu pajak di atasnya.
Angka yang paling sering dikutip biasanya lapisan pertama pada jenis produk yang bukan produkmu. Di Mayar, selisih antara tarif link pembayaran dan tarif produk digital adalah 2,5 poin persen — dan untuk ebook, tarif yang berlaku adalah yang lebih tinggi.
Tiga hal yang bisa kamu kerjakan hari ini: cek jenis produk yang terdaftar di dashboard-mu, hitung ulang marginmu dengan tarif yang benar, dan jangan naik paket berbayar sebelum omzetmu melewati titik impasnya. Untuk kewajiban pajak yang terpisah dari semua ini, ada di pajak jualan produk digital.
Pertanyaan yang sering ditanya
Kenapa angka fee di blog beda-beda semua?
Karena fee-nya berlapis dan blog biasanya mengutip satu lapisan saja. Di Mayar misalnya, tarif platform berbeda menurut jenis produk: Link Pembayaran 1,5% di paket Starter, sementara produk Digital dan E-Book 4%. Angka 1,5% yang sering dikutip itu tarif link pembayaran, bukan tarif produk digital.
Berapa potongan total untuk produk digital seharga Rp129.000?
Kalau di paket Starter dengan produk terdaftar sebagai Digital/E-Book dan pembeli bayar lewat QRIS: platform 4% (Rp5.160) plus channel QRIS 0,7% (Rp903), jadi sekitar Rp6.063 atau 4,7% sebelum pajak channel. Bukan Rp1.935 seperti yang tersirat dari angka 1,5%.
Metode pembayaran memengaruhi potongan nggak?
Sangat. Di Mayar, QRIS 0,7%, e-wallet 1,5%, GoPay dan Jenius 2%, kartu kredit 2,60% + Rp2.000, sementara transfer bank VA flat Rp4.000. Untuk produk murah, biaya flat jauh lebih menyakitkan daripada persentase.
Produk murah kena fee lebih besar ya?
Secara persentase, iya — kalau pembelinya pakai metode berbiaya flat. Transfer VA Rp4.000 di produk Rp129.000 setara 3,1%, tapi di produk Rp49.000 setara 8,2%. Ditambah biaya platform, total potongan produk Rp49.000 lewat VA bisa menembus 12%.
Kapan naik ke paket berbayar jadi masuk akal?
Hitung titik impasnya. Di Mayar, paket Business Rp349.000 per bulan menurunkan tarif produk digital dari 4% ke 3% — hemat 1 poin persen. Supaya hemat itu menutup biaya langganannya, omzet produk digitalmu perlu sekitar Rp34,9 juta per bulan. Di bawah itu, Starter lebih murah.
