Jual Preset Lightroom — Masih Laku 2026?
Jawaban jujurnya rumit. Adobe sekarang membagikan gratis kategori preset yang dulu dijual orang — film, vintage, cinematic, travel, kulit. Ini artinya buat penjual, dan apa yang masih tersisa.
Jawaban jujurnya tidak sesederhana ya atau tidak. Yang berubah bukan minat orang terhadap preset — melainkan Adobe sekarang membagikan gratis kategori preset yang dulu justru jadi isi paket berbayar.
Aku Galang Aulia. Lima tahun lebih jadi Product Manager, dan menjual produk digital dari rumah. Artikel ini aku tulis dengan satu keberpihakan yang perlu aku sebutkan lebih dulu: aku tidak berkepentingan kamu memilih preset atau tidak. Yang aku punya kepentingan atasnya cuma satu — kamu memutuskan dengan angka dan fakta, bukan dengan janji.
Preset itu sebenarnya file apa?
Sederhana, dan itu bagian dari masalahnya.
Preset adalah setelan penyuntingan yang disimpan — eksposur, kontras, saturasi, color grading, dan sebagainya — yang bisa diterapkan ke foto lain sekali klik.
Di Lightroom, kamu membuatnya lewat panel Presets, pilih Create Preset, beri nama, simpan. Untuk menjualnya, kamu klik kanan preset itu dan pilih Export, dan hasilnya adalah file XMP.
Itu saja. Tidak ada penautan ribuan halaman seperti digital planner, tidak ada antrean persetujuan seperti template Notion. Satu sore sudah bisa jadi paket berisi sepuluh preset.
Kemudahan itu terdengar seperti kabar baik. Tahan dulu.
Kenapa artikel yang bilang "masih cuan" perlu dibaca hati-hati?
Ini perlu disampaikan sebelum bagian mana pun, karena memengaruhi cara kamu membaca semua tulisan lain tentang topik ini.
Saat aku menelusuri pertanyaan "apakah preset Lightroom masih menguntungkan di 2026", hampir seluruh hasil di halaman pertama diterbitkan oleh perusahaan yang menjual perangkat toko online — platform tempat orang membuka lapak digital.
Mereka mendapat pelanggan setiap kali ada orang yang memutuskan mulai berjualan. Jadi jawaban "pasarnya masih tumbuh" adalah jawaban yang menguntungkan mereka, terlepas dari benar atau tidaknya.
Itu tidak otomatis membuat mereka salah. Tapi itu membuat mereka bukan sumber netral — pola yang sama persis dengan yang aku bahas di jualan produk digital itu penipuan bukan, di mana yang paling keras menyuarakan peluang biasanya yang paling diuntungkan olehnya.
Angka-angka yang mereka sebut — jumlah pencarian bulanan, margin keuntungan, penghasilan kreator tertentu — sengaja tidak aku kutip di artikel ini, karena aku tidak bisa memverifikasinya ke sumber independen.
Yang bisa aku verifikasi adalah dokumentasi resmi Adobe. Dan di situ ada perubahan yang jauh lebih menentukan daripada angka mana pun.
Apa yang berubah: Adobe sekarang membagikan yang dulu dijual orang
Ini bagian yang paling penting, dan bisa kamu cek sendiri.
Dokumentasi resmi Lightroom — terakhir diperbarui 16 April 2026 — menjelaskan bahwa panel Presets kini punya tiga kategori: Recommended, Premium, dan Yours.
Premium berisi preset kurasi yang diperbarui setiap rilis Lightroom, dan isinya:
| Grup | Isinya |
|---|---|
| Adaptive | Portrait, Sky, Subject, Landscape, Blur Background |
| Portraits | Deep Skin, Medium Skin, Light Skin, Black & White, Edgy, Group |
| Auto+ | Tampilan retro dengan penyesuaian otomatis |
| Seasons | Spring, Summer, Autumn, Winter |
| Style | Black & White, Cinematic, Cinematic II, Film-Inspired, Futuristic, Vintage |
| Subject | Concerts, Food, Landscape, Lifestyle, Travel, Travel II, Urban Architecture |
| Video | Preset kreatif untuk video |
Baca ulang dua baris yang ditebalkan. Film-Inspired, Vintage, Cinematic, Travel, Food, Lifestyle — itu persis nama-nama paket preset yang selama bertahun-tahun dijual sebagai produk digital.
Sekarang semuanya ada di dalam aplikasi, tanpa biaya tambahan bagi yang sudah berlangganan.
Ada lagi: sejak Lightroom Desktop v9.3, grup Style: Film-Inspired saja punya dua belas variasi — Warm Gold, Rich Gold, Warm B&W, Soft Ember, Strong Ember, Muted B&W, Faded Blue, Deep Blue, Cool B&W, Light Sage, Deep Sage, dan Bold B&W.
Dan kategori Recommended menghasilkan preset berbasis AI yang menyesuaikan diri dengan foto yang sedang dibuka, lengkap dengan filter gaya seperti Subtle, Strong, Cinematic, dan HDR.
Ini bukan prediksi atau opini pasar. Ini daftar yang bisa kamu buka sendiri di aplikasinya sekarang juga. Pertanyaannya jadi sangat konkret: paket presetmu menawarkan apa yang tidak ada di daftar itu?
Kalau jawabannya tidak langsung terlintas, itu jawaban yang penting.
Kalau begitu, preset masih ada yang beli nggak?
Masih. Tapi yang dibeli berubah.
Yang tergerus adalah preset generik — paket bernama "Vintage Film" atau "Cinematic Moody" yang isinya kira-kira sama dengan yang sekarang gratis di dalam aplikasi. Produk itu bersaing melawan sesuatu yang harganya nol dan sudah terpasang.
Yang masih punya ruang adalah preset yang tidak bisa Adobe sediakan, karena sifatnya bukan teknis:
Tampilan khas seseorang yang sudah dikenali. Orang tidak membeli "preset warm tone" — mereka membeli tampilan foto fotografer tertentu yang mereka ikuti. Yang dijual bukan setelannya, tapi kedekatannya.
Preset untuk kondisi yang sangat spesifik. Foto pernikahan adat tertentu, kondisi cahaya khas Indonesia, jenis kamera atau ponsel tertentu. Makin sempit, makin sulit digantikan preset umum.
Preset sebagai bagian dari sesuatu yang lebih besar. Dijual bersama panduan, kelas, atau alur kerja lengkap — sehingga yang dibeli bukan file XMP-nya, melainkan cara memakainya.
Pola ini sebenarnya sama dengan yang berlaku di seluruh kategori produk digital, dan sudah aku bahas terpisah di pasar produk digital jenuh atau belum.
Semua bahan jualannya sudah dirapikan di Cuan Kit
Preset gampang dibuat — dan justru itu masalahnya
Ini pertukaran yang jarang dijelaskan dengan jujur.
Sisi baiknya: kamu bisa membuat paket pertama dalam hitungan jam. Bandingkan dengan digital planner yang butuh belasan jam hanya untuk menautkan halaman. Biaya percobaannya sangat rendah — kalau gagal, yang hilang cuma satu sore.
Sisi buruknya: semua orang juga bisa. Tidak ada hambatan masuk berarti tidak ada yang melindungi posisimu. Setiap orang yang melihat produkmu laku bisa membuat versinya sendiri di akhir pekan.
Aturan umumnya begini: kalau produkmu mudah dibuat, pembedanya harus datang dari luar produk. Dari siapa kamu, dari audiens yang sudah percaya, dari cara kamu menjelaskannya. Bukan dari filenya.
Kalau kamu belum punya satu pun dari itu, preset adalah kategori yang berat untuk dijadikan produk pertama — bukan karena sulit dibuat, justru karena terlalu mudah. Cara membangun sinyal kepercayaan sebelum punya pembeli ada di cara bangun kredibilitas sebelum punya pembeli.
Gimana cara jualnya kalau tetap mau coba?
Kalau kamu sudah punya audiens fotografi atau tampilan yang dikenali orang, ini yang menentukan:
Jual paket, bukan satuan. Satu preset terlalu murah untuk sepadan dengan usaha transaksinya, dan biaya tetap per transaksi jadi terasa besar di harga rendah — logika yang aku hitung di berapa sebenarnya potongan jualan produk digital.
Tampilkan sebelum-sesudah pada foto yang beragam. Preset yang cuma bagus di satu foto contoh adalah keluhan paling umum di kategori ini. Tunjukkan hasilnya di kondisi cahaya berbeda, tona kulit berbeda.
Sebutkan batasannya dengan jujur. Preset tidak bekerja seragam di semua foto — dan Lightroom sendiri menyediakan slider Amount dari 0 sampai 200 justru supaya pengguna menyesuaikan intensitasnya. Menjelaskan ini di depan mencegah kekecewaan yang berujung permintaan pengembalian dana.
Sertakan panduan pemasangan. Cara memasang XMP di desktop berbeda dari di ponsel. Satu halaman panduan menghemat banyak percakapan.
Uji dulu file akhirnya, persis seperti alur pengujian yang aku uraikan di cara terima pembayaran produk digital.
Kapan sebaiknya pilih produk lain saja?
Tanda-tanda yang cukup jelas:
- Kamu belum punya audiens fotografi. Preset dijual berdasarkan tampilan yang orang sudah suka. Tanpa itu, kamu bersaing hanya lewat harga melawan sesuatu yang gratis.
- Tampilanmu tidak khas. Kalau hasil editanmu bisa didekati dengan preset bawaan Adobe, pembeli akan sampai pada kesimpulan yang sama.
- Kamu mencari produk pertama yang cepat menghasilkan. Kemudahan pembuatan tidak sama dengan kemudahan penjualan.
Kalau salah satu berlaku, perbandingan jenis produk lain ada di ide produk digital yang laku untuk pemula.
Kesimpulan
Preset Lightroom belum mati, tapi tanahnya sudah bergeser jauh. Adobe kini menyertakan gratis — dan memperbarui tiap rilis — kategori Film-Inspired, Vintage, Cinematic, Travel, Food, dan tona kulit portrait, ditambah preset AI yang menyesuaikan diri dengan tiap foto.
Artinya paket preset generik sekarang bersaing melawan sesuatu yang harganya nol dan sudah terpasang di aplikasi pembeli. Yang tersisa adalah ruang untuk tampilan khas yang melekat pada seseorang, atau untuk kebutuhan yang terlalu sempit untuk dilayani preset umum.
Dan kalau kamu membaca artikel lain yang menjawab pertanyaan ini dengan semangat, cek dulu siapa penerbitnya. Kalau mereka menjual perangkat toko online, jawaban mereka sudah ditentukan sebelum pertanyaannya diajukan.
Pertanyaan yang sering ditanya
Preset Lightroom itu file apa?
File XMP — berisi kumpulan setelan penyuntingan seperti eksposur, kontras, saturasi, dan color grading yang bisa diterapkan sekali klik. Di Lightroom kamu membuatnya lewat Create Preset, lalu mengekspornya dengan klik kanan dan pilih Export, dan hasilnya berupa file XMP.
Kenapa artikel yang bilang preset masih cuan perlu dibaca hati-hati?
Karena hampir semua yang menjawab pertanyaan ini adalah perusahaan yang menjual perangkat toko online. Mereka mendapat pelanggan tiap kali ada orang yang memutuskan mulai berjualan, jadi jawaban optimis adalah jawaban yang menguntungkan mereka. Itu tidak otomatis salah, tapi bukan sumber netral.
Apa yang berubah dari pasar preset?
Adobe kini menyertakan preset Premium yang diperbarui tiap rilis Lightroom, mencakup kategori Style seperti Film-Inspired, Vintage, dan Cinematic, kategori Subject seperti Travel, Food, dan Landscape, serta Portraits untuk berbagai tona kulit. Itu persis kategori yang dulu jadi isi paket preset berbayar.
Berarti preset udah nggak bisa dijual?
Bukan begitu. Yang tergerus adalah preset generik — paket bernama Vintage atau Cinematic yang sekarang tersedia gratis di dalam aplikasi. Yang masih punya ruang adalah preset dengan tampilan khas yang dikenali orang, biasanya melekat pada fotografer atau kreator tertentu beserta audiensnya.
Preset gampang dibuat, itu bagus atau buruk?
Dua-duanya. Bagus karena kamu bisa membuat paket pertama dalam hitungan jam, jauh lebih cepat daripada digital planner. Buruk karena semua orang juga bisa, sehingga tidak ada hambatan masuk yang melindungimu. Kalau produkmu mudah dibuat, pembedanya harus datang dari luar produk.
